Lagu Daerah Sulawesi Selatan

Lagu Daerah Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan merupakan sebuah provinsi yang terletak di ujung selatan pulau Sulawesi. Beribukota di Makasar, dulunya kota ini disebut dengan Ujung Pandang, Di propinsi ini ada sebuah tradisi yang cukup populer dan hingga kini masih terus dijalankan.

Salah satunya adalah Mappalili, atau Appalili dalam logat Makassar. Mappalili yang asal kata dari palili memiliki makna menjaga tanaman padi dari berbagai hal yang bisa mengganggu perkembangnya atau sesuatu yang berpotensi bisa merusak tanaman tersebut.

Tradisi ini merupakan ritual yang turun-temurun untuk menyambut masa tanam padi. Dan dilakukan supaya terbebas dari bermacam gangguan yang bisa merusak hasil produksi.

Perlu diketahui, meski menjadi kota metropolitan di kawasan timur Indonesia, Sulawesi Selatan juga menyimpan beragam kekayaan budaya daerah yang patut dibanggakan. Misalnya saja seperti lagu daerah yang hingga kini terus dilestarikan, beberapa diantaranya bahkan cukup populer secara nasional. Berikut beberapa lagu daerah Sulawesi Selatan, diantaranya.

1.Anging Mamiri

Lagu daerah Sulawesi Selatan ini merupakan karya emas dari Bora D.G.Irate. Syair dalam lagu Anging Mamiri ini memiliki makna angin bertiup yang membawa kesejukan dan juga pesan rindu yang ingink disampaikan pada orang yang tersayang.

Tapi ada pula yang berpendapat jika lagu Anging Mamiri memiliki makna sebagai ajakan untuk memohon dan berharap hanya pada Tuhan semata. Sekalipun Anda punya banyak keinginan, tapi tetap Tuhan sang maha pencipta yang bisa mengabulkan setiap permohonan dan pasti akan memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya.

Berikut lirik dari syair lagu Anging Mamiri:

Anging mammiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusarroa takkaluppa (2X)
E..aule…
Namangngu’rangi
Tutenayya…tutenayya pa’risi’na (2X)
Battumi anging mammiri
Anging ngerang dinging-dinging
Namalantang saribuku
E..aule…
Mangerang nakku
Nalo’lorang… nalo’lorang je’ne mata
Anging mammiri ku pasang
Pitujui tontonganna
Tusarroa takkaluppa

2. Ati Raja

Selanjutnya lagu daerah Sulawesi Selatan yang satu ini merupakan lagu karya dari Hoe engDjie. Syair dalam lagu ini mempunyai makna yang begitu dalam tentang ungkapan rasa syukur terhadap Sang Maha Pecipta. Tak cuma itu, syair dalam lagu ini pun juga sekaligus memberikan penegasan jika Tuhan itu maha Esa atau satu. Berikut lirik dari syair lagu Ati Raja :

Jailebang ni rampe i bau
Ati Raja to sunggua ri pau pau kodong
Raja le ala ni ani puji ati ati raja
Ni a tom mo ni calla dodu
Puna ni a to sunggu bau
Ati Raja nata ena
Raja le allara panji sero ati ati raja
Kek ke kini pela tomi
Laku apa mi sunggu ta bau
Ati Raja nama jai balla batu ta kodong
Raja le ala puna kodia ati ati raja
Keleleang mange mange bau
Mange mange bau

3. Anak Kukang

Selanjutnya ada lagu daerah Sulawesi Selatan yang berjudul “Anak Kukang”. Di dalam syairnya, lagu daerah ini bercerita tentang kehidupan seorang anak yang menjalani hidup sebatang kara seorang diri. Tanpa ada alasan jelas, sang ibu membuang dirinya.

Banyak yang mengira jika anak tersebut ditelantarkan karena permasalahan ekonomi keluarganya yang sulit, hingga sang ibu tega menelantarkan anak tersebut. Meskipun menceritakan kisah yang melow atau sedih, lagu ini termasuk lagu populer di tengah masyarakat Sulawesi Selatan. Pasalnya, bukan cuma sedap untuk didengarkan, tapi irama lagu ini juga mudah diikuti.

Berikut lirik dari syair lagu daerah Sulawesi Selatan “Anak Kukang” dalam bahasa Makassar :

Kukanga’ tunipela
Tunibuang ritamparang
Kunianyukan rije’ne
Narappung tau maraeng
Ca’di ca’di dudu in’ja
Nana pelakka anrongku
Mantang mama kale kale
Tu’guru’ je’ne matangku
Aule … sare sarengna
Ikukang sayang
Sare tea takucini
Empo tena mate’nena

4. Ganrang Pakarena

Kemudian ada lagu yang berjudul “Ganrang Pakarena” yang juga cukup populer sebagai lagu daerah Sulawesi Selatan. Kata tersebut berasal dari kata ‘pa’ yang bermakna pelaku dan kata ‘karena’ yang bermakna pemain atau main.

Bukan itu saja, “pakarena” juga bisa diartikan sebagai laki-laki atau dalam artian secara luas bermakna laki-laki yang pandai memainkan bermacam permainan. Lagu ini kerap dibawakan untuk mengiringi tari Pakarena dan diciptakan oleh Arsyad Basyir.

Berikut lirik dari syair lagu “Ganrang Pakarena” :

Ika teri tura tea bau
Adat taman io loa sayang
E aule pakarenaya
Pakarenaya labiriri pagaukang
Ika tebu tara teang sayang
Punania pagaukang sayang
E aule suku Bajina
Suku Bajina punania pakarena
Pura raba piu rukang sayang
Baju Bodo kaun lolo sayang
E aule suku Bajina
Suku Bajina punania ke anggada

5. Ma Rencong Rencong

Lagu daerah yang berasal dari Sulawesi Selatan nerupakan lagu daerah yang cukup populer di kalangan msayarakat. Lagu berbahasa Bugis ini dinyanyikan di sejumlah kesempatan. Berikut lirik dai syair lagu Ma Rencong Rencong.

Marencong rencong kelongku
marencong rencong marencong rencong
Kelong nipassama riya, nakukelongang atu dendang baule
Natupare pangurangi, lontaja eja menjo
Owe dendanga da dum ba owe para mata bengko na

6. Tope Gugu

Lagu daerah dari Sulawesi Selatan ini merupakan lagu daerah yang menceritakan tentang kisah perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan. Tak herana jika lagu daerah ini masih tetap eksis hingga saat ini dan menjadi salah satu lagu daerah yang cukup populer di masyarakat Sulawesi Selatan. Berikut lirik dari syair lagu Tope Gugu.

Tope tope gugu
Lagaligo hointado
Hoinalenga pompiri
Pompiri …

Ane manutina nitu
Tunu bokukande atena
Atena jokulau ampena
Ampena kupakei kupatente lau
Lau ambe jara nipakei tina ala
Ala makancara riasenaitopa
Topamalajong malajong pulo mada
Mada padongkonailawe
Mada padongkonailawe

7. Ammac Ciang

Selanjutnya ada Ammac Ciang, lagu daerah khas Sulawesi Selatan ini bercerita tentang kondisi kota Makassar yang hiruk pikuk ramai khas kota metoorpolitan di kawasan timur Indonesia. Berikut lirik dari syair lagu Ammac Ciang.

Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang….
Tallu luwara lekona Napak napak…
lalang bang sikontu bonena lino…
Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang….
Malam parang laisinu Alla mate….
te bombang Buhuleng tanna lajjunu…

Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang…
Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang…
Baji baji ri matangku….

Ammac ciang dendang ammac ciang dendang, ammac ciang….
Tallu luwara lekona Napak napak…
lalang bang sikontu bonena lino…

Mak biring kasih kibo nudendek, ma tamparang….
Malam parang laisinu Alla mate….
te bombang Buhuleng tanna lajjunu…

Baku’ ku na bun tulu nakku dendek, naluluang…
Naluluang pangngurangi Alla tenamo kanang…
Baji baji ri matangku…

Demikian tadi informasi singkat tentang lagu daerah Sulawesi Selatan. Dengan mengetahui sedikit banyak tentang lagu daerah, kita bisa turut melestarikannya dan juga menambah ilmu dan pengetahuan tentang ragam nusantara. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *