Landasan Teori : Pengertian, Fungsi, Macam, Tips Menyusun

Landasan Teori : Pengertian, Fungsi, Macam, Tips Menyusun

Ketika memulai sebuah penelitian, menyusun landasan teori, rumusan masalah, dan hipotesis adalah hal yang amat penting. Jika diibaratkan sebuah konstruksi bangunan, ketiga hal tersebut merupakan fondasi yang berperan dalam memperkuat struktur bangunan di atasnya.

Sama halnya dengan karya ilmiah yang berbobot ditentukan dari unsur metodoligis yang disusun secara matang. Oleh sebab itu, diperlukan pendalaman yang sungguh-sungguh mengenai ketiga hal tersebut, salah satunya landasan teori.

Pengertian Landasan Teori

Landasan teori merupakan seperangkat pengertian, konsep serta proposisi yang disusun secara rapi dan sistematis mengenai variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian. Landasan teori juga dapat diartikan sebagai teori yang relevan untuk memaparkan mengenai variabel penelitian, sebagai dasar hopotesis penelitian, dan menyusun instrumen penelitian.

Fungsi Landasan Teori

Fungsi Landasan Teori

Landasan teori menyajikan gelaja-gejala sistematis, rinci, menjelaskan hubungan antar variabel dan bertujuan menerangkan serta meramalkan gejala-gejala dalam penelitian. Fungsi dari landasan teori di antaranya:

  1. Memberikan pertimbangan dalam melakukan penyelidikan dan menjadi kerangka penelitian.
  2. Mempermudah dalam membuat pertanyaan dalam penyidikan dengan rinci.
  3. Menunjukkan hubungan antar variabel penelitian.
  4. Meringkas dan menyusun pengetahuan yang diperoleh dari suatu bidang tertentu.
  5. Memberikan keterangan sementara mengenai peristiwa dan hubungan-hubungan yang tengah diamati.
  6. Mempertajam dan memperjelas ruang lingkup penelitian.
  7. Memudahkan dalam prediksi dalam menemukan suatu fakta untuk menyusun hipotesis.

Macam Landasan Teori

Macam Landasan Teori

Terdapat perbedaan landasan teori yang diterapkan pada penelitian kuantitatif, kualitatif, dan campuran.

Penelitian Kuantitatif

Dalam penelitian kuantitatif, landasan teori merupakan seperangkat variabel yang saling berhubungan dan berasosiasi dengan hipotesis yang memperjelas hubungan antar variabel. Dapat berfungsi sebagai pembahasan, alasan, maupun argumentasi.

Biasanya berbentuk pernyataan hipotesis yang saling berhubungan. Peneliti juga dapat menyatakan landasan teori dalam bentuk “jika-maka” untuk menunjukkan alasan seseorang berharap variabel bebas bisa mempengaruhi variabel terikat.

Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif, landasan teori sering digunakan sebagai penjelasan dari sikap dan perilaku tertentu. Peneliti seringkali menggunakan sudut pandang teoritis sebagai acuan umum untuk meneliti ras, kelas, dan gender atau permasalahan lain tentang kelompok marginal.

Landasan teori pada penelitian kualitatif sering digunakan sebagai poin terakhir dalam penelitian. Beberapa penelitian kualitatif tidak menggunakan landasan teori yang sangat eksplisit.

Penelitian Campuran

Landasan teori pada penelitian ini dapat diterapkan secara deduktif, yaitu dengan verifikasi atau pengujian terori kuantitatif atau dengan cara induktif, semisal pemunculan pola atau teori kuantitatif. Di samping itu, terdapat beberapa cara untuk memasukkan sebuah teori dalam penelitian campuran, yakni peneliti mengumpulkan, melakukan analisis, dan menggabungkan antara data kuantitatif daan kualitatif menggunakan rancangan metode campuran yang berbeda.

Tips Menyusun Landasan Teori

Tips Menyusun Landasan Teori

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan peneliti ketika menyusun sebuah landasan teori, di antaranya sebagai berikut.

  1. Menggunakan acuan yang memiliki keterkaitan dengan permasalahan yang tengah diteliti dan acuan yang memuat hasil-hasil penelitian terdahulu.
  2. Memperhatikan kejelasan hubungan antar sub-bab serta aturan penulisan pustaka.
  3. Memenuhi prinsip keterkaitan dan kemutakhiran masalah penelitian agar diperoleh hasil penelitian yang baik. Peneliti perlu menggunakan referensi dari sumber literatur dengan beberapa edisi, maka peneliti menggunakan edisi yang terbaru. Namun, jika menggunakan jurnal, batas tahun penerbitan tidak berlaku.
  4. Semakin banyak referensi yang digunakan akan membuat kualitas penelitian semakin baik.
  5. Landasan teori bukanlah sebuah hasil dari pendapat pribadi, kecuali bila pendapat tersebut telah tertulis dalam buku.
  6. Untuk penelitian korelasional, bagian akhir landasan teori  disajikan model teori, model konsep, dan model hipotesis pada tiap sub-bab. Sementara untuk penelitian studi kasus, hanya menyusun model teori (kerangka pemikiran penullis dalam penelitian) dan memberi keterangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *