Tanah Vulkanik

Tanah Vukanik

Perlu diketahui bahwa bumi memiliki berbagai macam jenis tanah, salah satunya ialah tanah vulkanik.  Tanah jenis ini kerap dijumpai di sekitar kawasan lereng gunung berapi. Umumnya tanah vulkanik memiliki tingkat kesuburan tinggi. Oleh karenanya, tanah vulkanik seringkali digunakan para petani untuk melakukan aktivitas bercocok tanam. Agar bisa memahami lebih jelas mengenai tanah vulkanik, simak uraian berikut selengkapnya. 

Pengertian Tanah Vulkanik

Tanah Vulkanik

Secara garis besar, tanah vulkanik merupakan tanah yang berasal dari proses pelapukan material padat ataupun cair yang kemudian dikeluarkan dari gunung berapi melalui proses erupsi atau letusan gunung berapi. Tanah jenis ini sangat subur, pasalnya mengandung banyak unsur hara.  

Selain itu, tanah vulkanik tersebut juga berasal dari bahan gas yakni awan panas yang telah membeku lalu bercampur dengan berbagai bahan lainnya dan mennjadi tanah vulkanik. Dari sejumlah bahan padatan serta gas ini, kemudian tanah vulkanik bisa dikatakan sebagai tanah yang asal mulanya dari proses pelapukan kimiawi beberapa batuan yang dihasilkan dari letusan gunung berapi beku. Hal tersebut disebut juga dengan efusit serta abu vulkanis yang dinamakan eflata.

Proses terbentuknya tanah vulkanis bisa berlangsung beberapa tahun. Pasalnya proses pembentukan tanah ini sendiri sangat berkaitan dengan proses erupsi gunung berapi yang bisa terjadi setiap waktu. Secara sederhana, berikut proses terjadinya tanah vulkanik.

Ketika erupsi gunung berapi terjadi, material yang dimuntahkan dari proses erupsi tersebut keluar dari bagian dapur magma sebuah gunung berapi ke bagian atmosfer bumi. Material vulkanis tersebut mempunyai suhu yang amat sangat panas. Sejumlah material padat serta gas kemudian bercampur jadi satu yang kemudian menyembur keluar. 

Lalu setelah beberapa hari kemudian, material pasir, kerikil, batu dan lava, juga abu vulkanis tersebut akan mengalami proses pendinginan. Proses tersebut bisa berasal dari hujan yang turun   terus menerus. Akibat dari proses pendinginan yang berlangsung tersebut, beberapa material padat tersebut kemudian menjadi dingin sehingga berfungsi menjadi pembentuk unsur dalam tanah vulkanis. 

Disamping itu, sejumlah bahan padatan yang berbentuk batuan keras juga memiliki peran dalam proses pembentukan jenis tanah vulkanis tersebut. Namun prosesnya cukup lama dan bisa memakan waktu bertahun-tahun. Sebelum jadi tanah vulkanis, bahan padatan vulkanik yang berupa batuan berapi harus menjalani proses pelapukan kimiawi lebih dahulu. Persebaran tanah vulkanik ini bisa di temui di sejumlah daerah, baik pulau Jawa, Bali, Sumatra, Halmahera, Lombok, hingga Sulawesi. 

Tipe Tanah Vulkanik

Berdasarkan karakteristik tanah, tanah vulkanik bisa dibedakan jadi dua macam. Perbedaannya terletak pada sifat serta fungsi dari tanah vulkanis tersebut. Berikut dua macam tipe tanah vulkanik, diantaranya:

1 Tipe Regosol

Tanah Vulkanik

Tipe ini merupakan tanah vulkanik dengan butiran kasar erta berasal dari proses erupsi gunung berapi yang telah melalui proses pengendapan. Sehingga bisa dikatakan jika tanah vulkanis dengan tipe ini bisa disebut juga tanah regosol. Disamping itu, tanah vulkanik tipe ini punya warna keabu-abu sampai kekuningan dengan tekstur kasar serta sedikit kandungan bahan organiknya. Persebaran tipe tanah ini berada di lapisan atas dari tanah vulkanik.

2 Tipe Latosol

Tanah Vulkanik

Tanah vulkanik dengan tipe latosol merupakan tanah vulkanik dengan kadar keasaman rendah serta memiliki kandungan bahan organik yang cukup. Tekstur tanah tipe ini memiliki warna kemerahan hingga kekuningan. Hal ini mengindikasikan bahwa tipe tanah ini memiliki tingkat pH asam yang cukup rendah. 

Tipe tanah ini juga merupakan kelompok tanah yang sudah melalui proses pelapukan serta pengendapan. Dimana didalamnya telah terjadi proses untuk pengumpulan seskuioksida serta silika. Maka dengan kata lain, tanah vulkanik tipe ini disebut juga dengan tanah latosol.

Jika dilihat dari karakteristik serta struktur tanahnya, tanah tipe ini terdiri atas lapisan lempung sampai tanah liat. Perbedaan horison diantara lapisan lempung dan juga lapisan liat yang kurang begitu jelas. 

Punya struktur butiran ataupun granular hingga membuatnya bergumpal serta mudah hancur, tanah tipe ini juga lebih gembur serta punya sistem drainase yang cukup baik. Selain itu, juga memiliki tingkat permeabilitas yang cukup tinggi, mempunyai stabilitas agregat yang cukup tinggi dan cukup sensitif tegrfrqdrreeqabrhadap adanya erosi. 

Ciri-Ciri Tanah Vulkanik

Tanah Vulkanik

Berdasarkan pemaparan mengenai tipe tanah vulkanik, maka diperoleh ciri-ciri dari tanah vulkanik yang secara umum ada di wilayah Indonesia. Berikut diantaranyai:

  • Mempunyai unsur hara tinggi, pasalnya di dalam tanah tersebutterkandung banyak unsur-unsur pembentuk tanah. Diantaranya terdiri atas unsur N, K, P, Fe, serta Al yang asalnya dari lava yang keluar dari gunung berapi;
  • Umumnya memiliki hitam pekat sampai keabu-abuan di bagian lapisan atasnya, sedang di bagian lapisan bawah cenderung berwarna coklat, kemerahan, maupun kekuning-kuningan. Hal tersebut karena adanya unsur pembentuk dari tanah vulkanik yang berasal dari sejumlah material lava pijar yang telah melalui proses pendinginan dan juga pelapukan dari berbagai macam batuan pijar serta abu vulkanis panas;
  • Memiliki stuktur tanah yang masih rentan erosi, pasalnya belum melalui proses pemadatan secara sempurna. Bisa dikatakan jika tanah vulkanik adalah jenis tanah muda yang ada di bagian atas permukaannya;
  • Jenis tanah vulkanik ini cocok dan sangat sesuai untuk digunakan sebagai lahan pertanian serta perkebunan. sebab memiliki kandungan unsur hara yang terbilang tinggi;
  • Memiliki unsur pH tanah yang cukup asam, berkisar di angka 4 hingga 7;
  • Memiliki sifat gembur serta sangat mudah diuraikan; dan
  • Lokasi persebarannya bisa di seluruh kawasan permukaan gunung berapi.

Manfaat Tanah Vulkanik

Tanah Vulkanik

Tanah vulkanik biasanya mengandung unsur hara yang cukup tinggi, sehingga sangat cocok digunakan sebagai lahan untuk bercocok tanam. Baik untuk perkebunan maupun pertanian. Selain  itu, masih ada banyak lagi manfaat dari tanah vulkanik. Berikut diantaranya. 

  • Berperan dalam kesuburan tanah yang ada di sekitar kawasan gunung berapi. Sehingga tanah menjadi sangat bagus untuk digunakan sebagai media tanam untuk berbagai macam tanaman.
  • Berguna untuk membuat unsur kimiawi yang ada di dalam tanah meningkat.
  • Berbagai bahan organik yang terkandung didalamnya sangat berguna dan menjadi sumber makanan utama bagi tanaman.
  • Mampu membuat cadangan air yang ada di dalam tanah meningkat signifikan. Karena mempunyai daya serap yang sangat baik.
  • Kandungan air yang ada didalamnya mampu melarutkan bebagai macam pupuk organik serta material yang lainnya.
  • Bermanfaat menjadi media tanam yang sangat subur, sehingga sangat cocok untuk digunakan untuk budidayakan bermacam jenis tanaman. 
  • Membuat produksi pertanian meningkat, tingkat unsur hara yang cukup tinggi bisa membuat produksi pertanian meningkat. Selain itu juga membuat hasil pertanian lebih berkualitas.

Demikian tadi informasi menarik tentang tanah vulkanik, pengertian, tipe tanah vulkanik hingga manfaat tanah untuk kehidupan secara umum.Tanah yang hanya bisa ditemui di sekitar lereng gunung berapi, serta memiliki tingkat kesuburan yang sangat tinggi dibandingkan dengan jenis tanah yang lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *